rb88 sports betting download_Roulette Chart_Blackjack odds_Online gambling is illegal_Introduction to Indonesia Lottery

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Casinogame

CaGGetting starteGetting started with baccaratd with baccaratetting started with baccaratra paling gampang untuk mengecek apakah dia macam-macam di belakang, adalah diam-diam membuka ponsel atau akun instagram pribadinya tanpa izin. Dengan kata lain, menerabas batas dan mengobrak-abrik privasinya. Iya kalau beneran menemukan sesuatu yang memang layak dicurigai. Kalau nggak ada apa-apa, dan kamu telanjur melukai hatinya? Bagaimanapun, setiap orang dalam hubungan tetap berhak dihormati privasinya. Karena bukan melulu soal affair di belakang, terkadang memang ada hal-hal yang nggak bisa diceritakan.

Sesekali dalam hubunganmu dengannya, kamu mungkin pernah bertanya-tanya apakah dia setia bahkan saat kamu nggak ada. Apakah dia nggak tergoda meski ada orang lain yang datang dan menawarkan sesuatu. Atau, apakah dia nggak tergoda kenangan mantan dan sempat terbersit rasa ingin kembali. Kamu benar-benar ingin tahu apakah dia sosok yang setia dan bisa diandalkan, ataukah sosok yang hanya main-main dan bersikap jelalatan.

ngomongin mantan terus (Photo by Djim Loic) via unsplash.com

Namun, menguji kesetiaan pasangan bisa berujung bubarnya hubungan jika dilakukan dengan serampangan. Bukan karena terbukti dia mendua, tetapi lebih karena pertengkaran yang dipicu oleh rasa saling nggak percaya. Tentunya kamu nggak mau ini terjadi ‘kan? Jadi, demi kelangsungan hubunganmu, sebaiknya menghindari cara-cara ini untuk mengecek kesetiaan pasanganmu.

Saking curiganya, kamu sampai menjadi detektif dadakan. Diam-diam kamu mengikuti keseharian pacarmu. Apa saja yang dia lakukan dan siapa saja yang dia temui saat tidak bersamamu. Niat banget, sih? Padahal kalau dia tahu apa yang kamu lakukan, jangan berharap dia akan senang. Jangan juga berharap dia merasa bangga karena kamu cemburu sebegitunya. Yang ada, dia akan tersinggung dan bertanya kenapa kamu melakukannya. Apakah ini menandakan kamu menganggapnya nggak bisa dipercaya?

Ada juga tipe orang yang menguji kesabaran dengan sengaja. Misalnya, dengan penuh kesadaran bersikap menyebalkan. Ngambek-ngambek tanpa alasan hanya agar dibujuk. Atau dengan sengaja berlama-lama membalas pesan dan menghindari komunikasi hanya supaya dicari. Kalau ini masih dalam masa PDKT mungkin masuk akal, untuk mengecek seberapa serius dia mendekatimu. Tapi kalau sudah dalam hubungan, bukankah ini hal yang cukup kekanak-kanakan? Yang tadinya cuma ngambek pura-pura, bisa jadi prahara beneran.

Lalu, bagaimana caranya mengecek kesetiaan pasangan? Kesetiaan itu nggak perlu dicek, kok. Karena kesetiaan terlihat dari sikapnya sehari-hari. Misalnya, bagaimana sikapnya saat di tempat umum, apakah dia jelalatan? Apakah dia sering bersikap genit di media sosial? Apakah dia sering bersikap berlebihan dengan temannya yang lawan jenis?

Kalau kamu generasi 2000-an, kamu tentu ingat ada tayangan televisi yang isinya tentang mengecek kesetiaan pasangan dengan cara mengirimkan agen untuk menggoda sang kekasih. Kalau dia nggak tergoda, artinya dia setia. Dan bila sebaliknya, berarti dia nggak setia. Ini adalah cara yang paling ekstrem untuk mengecek kesetiaan pasangan. Tapi sebelum melakukan ini, sudahkah kamu memikirkan konsekuensinya? Bagaimana bila benar kekasihmu jatuh cinta pada agen yang kamu kirimkan? Ya … namanya cinta kan datang perginya penuh misteri.

Pernah nggak sih kamu dengan sengaja membahas soal mantan pacarnya dengan tujuan mengecek reaksinya. Mungkin kamu akan melontarkan pertanyaan menjebak seperti “Lebih cantik aku atau mantan pacarmu?”. Mungkin kamu senang melihat wajahnya yang awkward dan kebingungan, lalu merasa itu adalah sebuah sinyal bahwa dia masih ada rasa. Padahal, siapa pun termasuk kamu, pasti akan merasa nggak nyaman dan awkward bila ditanya-tanya soal mantan. Meski itu bukan berarti masih sayang, apalagi bermakna ingin balikan.

Selain itu, kesetiaan pasangan teruji melalui berbagai masalah yang kalian hadapi. Jika dia tetap tinggal saat kamu benar-benar jatuh, ataupun tetap berusaha memperbaiki hubungan ketika ada masalah yang cukup besar, bukankah itu sebuah bukti yang cukup valid? Inti dari sebuah hubungan adalah kepercayaan. Meski sesekali harus dipertanyakan, namun, cara-cara di atas nggak tepat dan justru berpotensi membuat hubungan bubar. Semoga kamu lebih bijak lagi, ya …